Iklan

Aliansi Pemuda Indonesia Dukung Revisi UU TNI

LIPUTAN BANTEN. COM//CILEGON,–  Aliansi Pemuda Indonesia menggelar aksi unras di Tugu Land Mark Kota Cilegon pada tanggal 28 Maret 2025. Aksi ini diikuti oleh sekitar 20 orang dengan penanggung jawab Sdr. Supardi, sebagai Ketua Aliansi Pemuda Indonesia.

 

Dalam orasi yang disampaikan, Supardi menyatakan bahwa revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak terlalu mengganggu desain politik yang dicita-citakan reformasi. Ia juga menegaskan bahwa revisi UU TNI ini memperjelas batas-batas sejauh mana TNI dapat menempati jabatan publik.

 

Beberapa poin penting dari orasi yang disampaikan adalah:

 

– *Revisi UU TNI tidak membuka peluang bagi dwifungsi ABRI*: Revisi UU TNI ini tidak membuka kembali ruang bagi dwifungsi ABRI seperti pada era Orde Baru. Pada masa itu, dwifungsi ABRI memberikan peluang bagi TNI dan Polri untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanpa melalui pemilu, dengan porsi 22%. Selain itu, dwifungsi ABRI juga memungkinkan TNI dan Polri untuk mengisi jabatan-jabatan eksekutif seperti Gubernur, Walikota, dan Bupati melalui sistem penunjukan tanpa pemilu.

– *Anggota TNI harus mengundurkan diri atau pensiun dini untuk menempati jabatan sipil*: Anggota TNI yang ingin menempati jabatan sipil harus mengundurkan diri atau pensiun dini. Hal ini untuk memastikan bahwa TNI tidak memiliki pengaruh yang berlebihan dalam urusan sipil.

– *Jabatan sipil yang dapat diduduki oleh prajurit TNI diperluas*: Jabatan sipil yang dapat diduduki oleh prajurit TNI diperluas dari 10 Kementerian atau lembaga menjadi 14 Kementerian atau lembaga. Penambahan jabatan sipil ini tertuang dalam hasil revisi Pasal 47 UU TNI.

– *TNI memiliki tugas baru*: TNI memiliki tugas baru, yaitu menanggulangi ancaman pertahanan cyber dan melindungi warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri. Tugas ini merupakan penambahan dari 14 tugas yang sebelumnya dimiliki oleh TNI.

 

Aksi ini berakhir pada pukul 17.30 WIB dengan pembubaran massa aksi dari Aliansi Pemuda Indonesia.

(Rdw)

Liputanbanten.com

Media online yang memberikan informasi yang akurat terpercaya dan edukasi yang bermanfaat untuk masyarakat Banten dan sekitarnya

Anda mungkin juga suka...

Iklan

LIPUTAN BANTEN.COM//Serang – Pembangunan jembatan perintis yang menghubungkan Kampung Teritih Atas dan Teritih Bawah di Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tengah dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat Babinsa Koramil 0602-19/Cikande, Kodim 0602/Serang, Kamis (9/4/2026). Pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Cidurian ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan konektivitas wilayah terpencil. Di lokasi kegiatan, terlihat personel TNI bersama warga bahu-membahu mengerjakan pembuatan rangka besi sebagai struktur utama jembatan, serta melakukan persiapan pengecoran. Selain itu, alat berat juga dikerahkan guna mempercepat proses pembangunan agar berjalan lebih efektif dan efisien. Babinsa Koramil 0602-19/Cikande, Kopka Sigit, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. “Kami bersama warga terus bergotong royong agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu. Harapannya, jembatan ini nantinya dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam akses ekonomi dan pendidikan,” ujarnya. Sementara itu, Komandan Kodim 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, S.A.P., M.S.M. menegaskan bahwa TNI akan terus hadir di tengah masyarakat dalam mendukung pembangunan di daerah. “Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami akan terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai akses penghubung antar wilayah yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Dengan adanya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas warga—baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial—dapat berjalan lebih lancar. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Pembangunan jembatan penghubung Teritih Atas dan Teritih Bawah ini diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat konektivitas antar kampung di Desa Ciagel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *