TNI

Korem 064/MY Perkuat Sinergi TNI–Polri dalam Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Serang

“1300 Prajurit TNI di siagakan”

Liputanbanten.com//Serang, – Korem 064/MY beserta satuan jajarannya mengerahkan kekuatan penuh dalam rangka perbantuan pengamanan aksi unjuk rasa di Kota Serang. Sebagai wujud sinergi TNI–Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Banten, sebanyak 1.300 personel TNI AD diturunkan hari ini untuk memperkuat jajaran Polda Banten.

 

Pasukan tersebut terdiri dari 800 personel jajaran Korem 064/MY, 400 personel Brigif 87/TP, dan 100 personel Brigif 14/MY/Kostrad yang disiagakan sebagai cadangan. Mereka ditempatkan di titik-titik strategis, yaitu:

 

Mapolda Banten : 200 personel

 

Mako Brimob : 300 personel

 

Polrestabes Kota Serang : 200 personel

 

Bundaran Ciceri : 200 personel

 

Kantor DPRD Provinsi Banten : 300 personel

 

Cadangan Brigif 14/MY/Kostrad : 100 personel (standby on call di satuan)

 

Selain itu, 300 personel tim aju dari Korem 064/MY sudah disiagakan sejak awal untuk digerakkan pada kesempatan pertama.

 

Untuk mendukung operasi, Korem 064/MY menyiapkan materiil pengamanan antara lain tameng PHH, perangkat komunikasi HT GSM & analog, repeater/gateway di titik strategis, serta 10 unit kendaraan angkut berupa truk dan bus, termasuk dukungan dari pemerintah daerah dan Satpol PP.

 

Komandan Korem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto S.I.P.,M.Han.,M.I.Pol., menegaskan bahwa pengamanan ini tidak hanya soal pengerahan pasukan, melainkan juga bentuk nyata dedikasi, keberanian, dan sikap humanis TNI dalam mendampingi Kepolisian menjaga ketertiban.

 

“Kami hadir bukan untuk menakuti rakyat, melainkan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan damai, tertib, dan bermartabat. Keamanan masyarakat adalah kehormatan bagi TNI. Karena itu, seluruh prajurit diminta tetap mengedepankan sikap humanis dan persuasif,” tegas Danrem.

 

Dengan total kekuatan 1.300 prajurit yang siap digerakkan, Korem 064/MY memastikan pengamanan berlangsung profesional, proporsional, dan humanis, sehingga masyarakat Banten dapat menyampaikan aspirasi dalam suasana yang tetap kondusif.

 

Akhirnya, setelah sempat berlangsung sepanjang hari, unjuk rasa bubar dengan tertib pada pukul 24.00 WIB, usai diguyur hujan deras yang melanda wilayah Kota Serang. Situasi kembali aman dan kondusif.

 

Korem 064/MY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban demi tegaknya persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Banten.

 

(Penrem 064/MY)

Liputanbanten.com

Media online yang memberikan informasi yang akurat terpercaya dan edukasi yang bermanfaat untuk masyarakat Banten dan sekitarnya

Anda mungkin juga suka...

TNI

Serang – Pembangunan jembatan perintis yang menghubungkan Kampung Teritih Atas dan Teritih Bawah di Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tengah dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat Babinsa Koramil 0602-19/Cikande, Kodim 0602/Serang, Kamis (9/4/2026). Pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Cidurian ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan konektivitas wilayah terpencil. Di lokasi kegiatan, terlihat personel TNI bersama warga bahu-membahu mengerjakan pembuatan rangka besi sebagai struktur utama jembatan, serta melakukan persiapan pengecoran. Selain itu, alat berat juga dikerahkan guna mempercepat proses pembangunan agar berjalan lebih efektif dan efisien. Babinsa Koramil 0602-19/Cikande, Kopka Sigit, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya. “Kami bersama warga terus bergotong royong agar pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu. Harapannya, jembatan ini nantinya dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam akses ekonomi dan pendidikan,” ujarnya. Sementara itu, Komandan Kodim 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, S.A.P., M.S.M. menegaskan bahwa TNI akan terus hadir di tengah masyarakat dalam mendukung pembangunan di daerah. “Pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami akan terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai akses penghubung antar wilayah yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Dengan adanya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas warga—baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial—dapat berjalan lebih lancar. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Pembangunan jembatan penghubung Teritih Atas dan Teritih Bawah ini diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat konektivitas antar kampung di Desa Ciagel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *