Liputanbanten.com – Aku pergi, berlatih paskibra, bukan demi nama, tapi demi negara. Meninggalkan rumah, ibu menangis, mengikat janji dalam peluk sunyi. Kupikir aku akan pulang sebagai siswa kebanggaan, dengan bendera, hormat, dan penghargaan. Namun nasib menulis cerita kelam, aku tewas… kehormatanku pun dirampas diam-diam. Bukan peluru penjajah yang membunuhku, tapi pengkhianatan oleh anak …









